SMA NEGERI 3 KOTABUMI-LAMPUNG

SMA NEGERI 3 KOTABUMI-LAMPUNG
Wish You All The Best

Rabu, 26 September 2012



Skripsi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. [1]
Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), Postgraduate (s2), PhD dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergrduate (sarjana S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia Skripsi untuk jenjang S1, Tesis untuk jenjang (S2) dan Disertasi untuk jenjang (S3).[2]
Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.
Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
  • Pengajuan judul skripsi
  • Pengajuan proposal skripsi
  • Seminar proposal skripsi
  • Penelitian
  • Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir).
  • Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.

Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:
  • Pengajuan judul skripsi / meminta topik skripsi dari dosen
  • Penelitian + bimbingan skripsi sambil penelitian
  • Seminar
  • Sidang
  • Revisi
Karakteristik skripsi
  1. Merupakan karya ilmiah sehingga harus dihasilkan melalui metode ilmiah.
  2. Merupakan laporan tertulis dari hasil penelitian pada salah satu aspek kehidupan masyarakat atau organisasi (untuk ilmu sosial). Hasil penelitian ini dikaji dengan merujuk pada suatu fenomena, teori atau hasil-hasil penelitian yang relevan yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

Minggu, 05 Agustus 2012

INFO PPL

Maklumat tentang Praktik Pengalaman Lapangan PPL 2012/2013

diposkan pada tanggal 3 Agt 2012 20:52 oleh Humas Stkipmktb   [ diperbarui3 Agt 2012 21:16 ]
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Diberitahukan kepada mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan PPL, persyaratan dan biaya kegiatan adalah sebagai berikut: 
A. Syarat Pendaftaran PPL
1. Telah lulus minimal 120 sks (menyerahkan fotokopi KHS)
2. Telah lulus semua mata kuliah prasarat yang meliputi:
a. Mahasiswa Murni
Prodi PBSID
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Prodi Pendidikan .Matematika
·         Belajar dan Pemb.
·         Profesi Pendidikan
·         Telaah kurikulum B. Ind.
·         Interaksi Bel. Meng. B.Ind.
·         Evaluasi Pembl. Bahasa
·         Perencanaan Pengj. B. Ind.
·         Pengajaran Mikro
·         Belajar dan Pembelajaran
·         Profesi Pendidikan
·         Lesson Plan
·         Curriculum& Material Development
·         Micro Teaching
·         Language Testing
·         Classroom management
·         Belajar dan Pembel.
·         Profesi Pendidikan
·         Perkemb. peserta didik
·         Kurik.Perenc. Pengaj.
·         Metode & media Pembel.
·         Evaluasi Pembel.
·         Pengajaran Mikro

b. Mahasiswa Konversi
                      Telah duduk di semester 7
3.   Membayar biaya PPL sebesar Rp 800.000,- (menyerahkan tanda bukti pembayaran).
4.   Lunas biaya kuliah sampai dengan semester genap 2011/2012
5.   Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan panitia
6.   Peserta dapat mengajukan kelompok dan lokasi PPL tetapi penentuan akhir   oleh tim
      pelaksana.
7.   Jumlah peserta setiap kelompok terdiri atas 8-10 orang dan mencakup 3 prodi.

B. Waktu Pendaftaran PPL                                               
Pendaftaran                                               : 06 Agustus s.d.  5 September 2012
Waktu Pendaftaran                                 : Pukul 08.00 s.d. 11.30 WIB
                                                                        : Pukul 13.30 s.d. 17.00 WIB
Tempat Pendaftaran                               : Ruang Prodi
Persyaratan diberikan kepada              : 1. Rakum S.Pd. Prodi PBSID
                                                                          2. Khusnul Khotimah, S.Kom. Prodi PBI
                                                                          3. Andi Superi, S.E. Prodi PM
Pengumuman Calon Peserta                 : 10 September 2012
Sosialisasi Kepada Kepala Sekolah dan Guru pamong sekolah praktik, DPL         : 11—12  September 2012
Pembekalan Calon Peserta                     : 11—13 September 2012                  
Pembagian Atribut                                    : 15 September 2012
Pelepasan Peserta PPL                             : 15 September 2012
Pelaksanaan PPL di Sekolah                   : 17 September  s.d. 17 November 2012
Penyampaian Laporan ke Timlak          : 26—30 November 2012
Pengumuman Nilai                                    : 5 Desember 2012
Laporan Timlak ke Ketua                         : 4 Januari 2012

C. Alternatif Sekolah Tempat PPL
  1. SMA Negeri 1 Kotabumi                                16. SMK Negeri 1 Kotabumi
  2. SMA Negeri 2 Kotabumi                                17. SMK Negeri 2 Kotabumi
  3. SMA Negeri 3 Kotabumi                                18. SMK Negeri 3 Kotabumi
  4. SMA Negeri 4 Kotabumi                                19. SMK Nusantara Prokimal
  5. SMA Negeri 1 Abungsemuli                         20. SMK Negeri 1 Hulusungkai
  6. SMA Negeri 1 Abung Selatan                       
  7. SMA Negeri 1 Sungkai Utara                        
  8. SMA Negeri Bukitkemuning                        
  9. SMA Negeri Abung Barat                             
  10. SMA Hang Tuah                                            
  11. SMA Kemala Bhayangkari Kotabumi           
  12. SMA PGRI Kotabumi                                               
  13. SMA Prima Kotabumi                                   
  14. MAN Kotabumi                                             
  15. MAN Padangratu                                           
Atas perhatian Saudara saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Informasi:
Persyaratan tersebut harus diserahkan kepada staf prodi masing-masing

Senin, 18 Juni 2012

Cara NgeFlash HandPhone nokia 6600


CARA NGEFLAHS HAND PHONE NOKIA 6600

Apabila kita menggunakan barang elektronik misalnya saja Handphone (HP), komputer, dsb adakalanya barang tersebut pernah mengalami kerusakan yang entah itu dari sisi softwarenya maupun hardwarenya. Untuk kerusakan software HP khususnya HP merk Nokia tipe 6600 dan N-Gage, nah nggak ada salahnya kan kalau kita coba-coba terlebih dahulu mengasah kreativitas kita untuk mengeflash sendiri HP tersebut sebelum kita membawanya ke tukang service HP. Klo berhasil kan lumayan lho kita nggak usah keluar uang dan repot-repot keluar ongkos pergi ke tukang service HP. Untuk itu saya punya pengalaman dan tips nih buat dibagikan kepada teman-teman sekalian yang ingin benerin HP merk Nokia tipe 6600 dan N-Gage tanpa keluar biaya sedikitpun, berikut inilah penjelasannya; 
 
Reset Original Setting
perintah ini digunakan pada saat HP dalam keadaan menyala. Pada area Desktop tekan *#7780#. Reset Original Setting ini merupakan reses segala setting yang anda lakukan pada ponsel nokia 6600 anda seperti Navi key sebelah kiri & kanan joystick yang mungkin sudah dijadikan shorcut, Profile pribadi, setting sms/mms/email & segala boot-up logo/screen saver dll semua akan kembali pada settingan semula.

Soft Format
perintah ini digunakan pada saat HP dalam keadaan menyala. Pada area Desktop tekan *#7370#. Soft Format akan merestore Symbian OS, dan akan menghapus aplikasi yang anda instal dan semua notes/catatan yang anda buat, contatc dll, perintah ini tidak menghapus data yang ada pada eksternal memory.

Hard Format
Perintah ini digunakan pada saat HP dinyalakan atau pada saat proses booting dan diikutsertakan dengan menekan 3 kombinasi tombol; Call (hijau), * dan 3. Hard Format bisa disebut juga Complete format, tapi jangan takut dulu, setelah anda lepas ketiga tombol tersebut ponsel akan kembali reinstall automatically Symbian OS yang terdapat pada ponsel sehingga ponsel akan kembali fresh tanpa ada aplikasi yang anda install.
Dalam dua (2) perintah pertama ini kecuali yang terakhir, ponsel akan meminta lock/security code sebelum confirm sebelum anda melakukan reset/format, untuk default code nya = 12345. Sebelum anda melakukan reset/format anda harus pastikan batree ponsel anda masih terisi 70%-100% full, karena proses akan memakan waktu dalam beberapa menit.
Kalau kita pergi ke tukang service HP sekali ngeflash aja harus keluar kocek Rp. 60.000,- itu juga kan susah banget lagi kalau mau ditawar harga. Belum lagi buat pasang AntiVirusnya kalau mau. Padahal ngeflash kan nggak modal peralatan canggih cuma modal jari-jari tangan kita aja “paling beberapa menit pegal-pegal untuk khasus hard format yang no terakhir”. Dengan biaya yang menurut saya amat besar untuk khasus pengangguran seperti saya, menurut saya pribadi sich tukang service tuh ngambil untungnya kebablasan. Padahal dengan Rp. 20.000,- aja sebetulnya sudah lebih dari cukup kok.
OK, Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan kepada kalian pada Catatan Akbar kali ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung baik dikatakan dengan sengaja ataupun tidak sengaja. Semoga untuk kalian bermanfaat, dan akan menjadi amal jarriyah untuk saya pribadi. Akhir kata saya ucapkan “Selamat Mencoba !!!”

Sabtu, 12 Mei 2012

AYO TEMAN,KITA COBA


ISBA 2012 telah dibuka! Baca dan ikuti petunjuknya..


Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia. Goal dari program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal positif sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis.
-
KATEGORI PENGHARGAAN (AWARD)
  1. BRONZE (2 situs pilihan per 1 minggu, dinilai dari situs yang didaftarkan dan/atau blog/web walking)
  2. SILVER (3 situs pilihan per 1 bulan, di pilih dari 8 bronze situs sebelumnya)
  3. GOLD (3 situs pilihan per 3 bulan, di pilih dari 9 silver situs sebelumnya)
  4. PLATINUM (3 situs pilihan per 1 tahun, di pilih dari 12 gold situs sebelumnya)
  5. YOUTH ( 1 situs pilihan setiap bulan)
_
Blog Award Khusus “Youth”
Mulai tahun 2012, tim Internet Sehat akan mencari dan memilih satu (1) blog setiap bulannya sebagai pemenang blog award khusus “Youth” (anak muda). Sebagai generasi muda penerus bangsa, anak muda punya suara yang harus didengar lho.. Blog adalah salah satu wadah bagi anak muda untuk menyuarakan pemikiran, aspirasi dan idenya. Jadi buat kamu anak muda yang punya blog, yuk mari mulai menulis sesuatu yang bermanfaat untuk orang-orang dan lingkungan di sekitarmu.
_
Setiap minggu tim Internet Sehat akan mengumumkan dua (2) blog pilihan yang berhak memperoleh penghargaan BRONZE. Pemenang akan diumumkan di situs www.internetsehat.org dan tim kami juga akan mengirimkan notifikasi kepada setiap pemenang melalui email. Begitu seterusnya sampai periode bulanan, tiga bulanan dan tahunan. Program ISBA 2012 akan berakhir pada akhir Januari 2013.
Hadiahnya apa saja? Silakan baca keterangan di bawah ini.

-
HADIAH / PENGHARGAAN

  1. BRONZE: T-Shirt + 1 set Kartu Pos Internet Sehat
  2. SILVER: USB Internet Modem + DVD Linimas(s)a
  3. GOLD: Hardisk External (1st Winner), Headset (untuk 2 Runner up)
  4. PLATINUM: Tablet + Voucher Belanja MAP (1st Winner) , Tablet (untuk 2 Runner up)
  5. YOUTH: CD/DVD Music KPop + Voucher Belanja MAP

POIN PENILAIAN
  1. konten yang kreatif, unik dan kontekstual serta memiliki nilai tambah (bermanfaat) bagi pembacanya
  2. konten tidak sekedar copy-paste dari sumber lain (jika berupa saduran, diperbolehkan asal tetap menyebutkan sumbernya)
  3. konten dapat berupa fitur, berita, opini, ulasan, ringkasan, kajian, tips, kiat, reportase, dll.
  4. konten diharapkan berbahasa Indonesia (tetapi juga boleh berbahasa inggris), formal maupun informal, teknis maupun non-teknis, sepanjang mudah dipahami pembaca umum
  5. situs di-update secara berkala (rutin) dan harus tercantum data diri yang benar (minimal nama + e-mail valid)
-
CARA PENDAFTARAN / REGISTRASI
Untuk berpartisipasi dalam ISBA 2012 ini, caranya mudah. Anda boleh merekomendasikan situs Anda sendiri, situs rekan Anda atau situs yang Anda sukai. Caranya:
  1. Anda boleh (tidak wajib) memasang salah satu banner di bawah ini pada halaman depan (side-bar) situs/blog yang Anda daftarakan
    –
  2. Berikan tautan (link) pada salah satu banner di atas yang telah dipasang di situs Anda tersebut ke url http://isba.ictwatch.com
  3. Anda juga diharapkan dapat bergabung pada Page Facebook Internet Sehat dan/atau pada Twitter Internet Sehat
  4. Silakan masukkan alamat blog Anda melalui formulir pendaftaran (pendaftaran ISBA 2012 belum dibuka!)
  5. Secara berkala, jika diperlukan tim Internet Sehat juga akan melakukan blog/web walking, meninjau dari satu situs ke situs lainnya.
URL Banner:
“Blogging, Sharing”, copy-paste URL berikut ini:
<a href=”http://www.isba.ictwatch.com” target=”_blank”>
<img src=”http://farm6.staticflickr.com/5322/6946796496_3b6b7fe83a_o.jpg” alt=”Internet Sehat”></a>
“I am a Blogger”, copy-paste URL berikut ini:
<a href=”http://www.isba.ictwatch.com” target=”_blank”>
<img src=”http://farm8.staticflickr.com/7085/7092867409_0c28fc5ee9_o.jpg” alt=”Internet Sehat”></a>

-
CARA KLAIM HADIAH / PENGHARGAAN
Setelah situs pilihan diumumkan, pengelola cukup memasang “banner award” (yang sesuai) di halaman depan situs masing-masing. Kemudian banner tersebut diberi tautan (link) ke http://isba.ictwatch.com paling lambat 1 (satu) minggu setelah pengumuman. Kemudian dimohon pemenang mengirimkan e-mail notifikasi berisi data diri lengkap + alamat ke info[at]ictwatch.com.
Banner Award:
–
–
Setelah proses verifikasi, hadiah akan dikirimkan langsung ke alamat pemenang. Jika telah lewat dari 1 (satu) minggu setelah pengumuman tidak ada respon dari pengelola situs, maka hadiah akan dibatalkan dan tidak dapat ditarik kembali. Keputusan atas situs terpilih adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat. Tidak ada korespondensi dalam bentuk apapun khusus terkait dengan keputusan juri.
-
PENDUKUNG ISBA
  • XL AXIATA
  • APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)
  • PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia)
-
[Tim ISBA]

Materi Kuliah


I. PENDAHULUAN
Pengajaran sastra di lembaga pendidikan formal dari hari ke hari semakin sarat dengan berbagai persoalan. Tampaknya, pengajaran sastra memang pengajaran yang bermasalah sejak dahulu. Keluhan-keluhan para guru, subjek didik, dan sastrawan tentang rendahnya tingkat apresiasi sastra selama ini menjadi bukti konkret adanya sesuatu yang tak beres dalam pembelajaran sastra di lembaga pendidikan formal. Pertama, pengetahuan dan kemampuan dasar dalam bidang kesastraan para guru sangat terbatas. Materi kesastraan yang mereka peroleh selama mengikuti pendidikan formal di LPTK sangat terbatas. Materi kuliah kesastraan yang mereka peroleh lebih bersifat teoretis, sedangkan yang mereka butuhkan di lapangan lebih bersifat praktis. Kedua, buku dan bacaan penunjang pembelajaran sastra di sekolah, khususnya di SLTP dan SMU juga terbatas. Keterbatasan buku penunjang ini tidak terjadi di SD karena hampir semua SD, di daerah perkotaan khususnya, setiap tahun menerima kiriman buku bacaan dari Proyek Perbukuan Nasional Depdikbud. Cuma saja, pemanfaatan buku bacaan tersebut tampaknya belum maksimal karena ada faktor lain yang berkait dengan ini, yaitu faktor minat siswa atau subjek didik. Minat belajar dan minat membaca para siswa masih sangat rendah. Faktor ketersediaan waktu, manajemen perpustakaan sekolah, dan dorongan dari guru menjadi penyebab utama dalam hal ini.
Berbagai kendala di atas menyebabkan pengajaran sastra di berbagai jenjang pendidikan formal hingga saat ini belum mencapai sasaran sebagaimana yang diharapkan. Tujuan akhir pembelajaran sastra, penumbuhan dan peningkatan apresiasi sastra pada subjek didik belum menggembirakan. Tulisan ini mencoba mengulas secara ringkas akibat yang muncul dari berbagai faktor di atas beserta alternatif pemecahan untuk kita diskusikan lebih lanjut. Hal ini tentu saja dimaksudkan untuk mencoba mencari titik temu dan kesamaan persepsi kita ke arah peningkatan kualitas pengajaran sastra di lembaga pendidikan formal pada masa yang akan datang.

II. PEMBAHASAN

1. PERMASALAHAN PENELITIAN SASTRA
Suryadibrata menjelaskan bahwa munculnya masalah itu karena ada kesenjangan (gap) antara das sollen dan das sein;  ada perbedaan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan. Yang menjadi masalah bisa apa saja seperti sesuatu yang tidak memuaskan, berbagai macam kesulitan, urusan yang ingin diubah, segala sesuatu yang  berjalan tidak sesuai dengan keinginan, dan sebagainya.
            Pendapat tersebut didukung pula oleh Nawawi, bahwa kemunculan masalah terjadi karena tidak terdapatnya keseimbangan antara sesuatu yang diharapkan (das sollen) berdasarkan teori-teori atau hukum-hukum yamg menjadi tolok ukur dengan kenyataan (das sein) sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa demikian atau apa sebabnya demikian. Di samping itu, masalah dapat pula muncul karena keragu-raguan tentang keadaan sesuatu , sehingga ingin diketahui keadaannya secara mendalam dan objektif.” 
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa pada hakikatnya  masalah adalah keadaan yang muncul  ketika ada kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada dalam kenyataan. Kesenjangan itulah yang menjadi inti masalah.  Masalah bisa bersifat konseptual-teoretis, maupun yang bersifat praktis yaitu masalah-masalah yang ditemui dalam kegiatan manusia sehari-hari,seperti ;
—  Apakah berguna?
—  Apakah dapat diteliti?
—  Apakah fisibel?
—  Apakah menarik?
—  Apakah ada kebaruan?
—  Apakah jelas batasnya?
—  Apakah relevan dengan bidang studi peneliti?
Untuk membantu peneliti muda dalam usaha mennyeleksi dan merumuskan masalah dan sub-masalah yang patut dibahas secara ilmiah ada beberapa kriteria yang perlu mendapat perhatian :
  1. Masalah penelitian harus dipilih yang berguna untuk diungkapkan.
  2. Masalah yang dipilih harus relevan dengan kemampuan atau keahlian peneliti.
  3. Masalah penelitian harus menarik perhatian untuk diungkapkan.
  4. Masalah penelitian sedapat mungkin menghasilkan sesuatu yang baru.
  5. Masalah penelitian harus dipilih yang dapat dihimpun datanya secara lengkap dan obyektif.
  6. Masalah penelitian tidak boleh terlalu luas, tetapi juga tidak boleh terlalu sempit
2. PERMASALAHAN PENGAJARAN SASTRA
            Pengajaran sastra di sekolah sangat beragam, mulai dari pengenalan sejarah sastra, pengejaran yang bersifat teori tentang penulisan karya sastra, dan pengajaran apresiasi sastra yang melibatkan unsur teori dan emosi. Kegiatan apresiasi ini sangat diperlukan dalam pengajaran sastra. Dengan kegiatan apresiasi ini siswa diharapkan akan lebih memahami sebuah karya sastra.
            Menyadari betapa pentingnya peranan sastra, kini fenomena yang muncul adalah adanya tanggapan-tanggapan negatif mengenai pembelajaran sastra. Tanggapan negatif tersebut berasal dari para pengajar sastra maupun dari kalangan sastrawan itu  sendiri. Pada dasarnya mereka berpendapat bahwa pengajaran sastra masih bermasalah. Tujuan pengajaran sastra di sekolah-sekolah pada umumnya lebih ditekankan pada penguasaan pengetahuan yang bersifat teoretis bukan pada aspek apresiasi sastra. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan pengajaran sastra di sekolah-sekolah kurang mengarah pada segi apresiatif. Faktor-faktor tersebut antara lain ;
1.      Faktor Sarana Buku Pelajaran Sastra
Faktor ini menyangkut masalah ada tidaknya buku pelajaran sastra. Fenomena ini bisa kita temukan dengan mudah di sekolah-sekolah. Pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dewasa ini lebih ditekankan pada pengajaran yang bersifat teoretis, hal ini salah satunya diakibatkan karena buku penunjang sastra yang memang sangat tidak memadai. Faktor sarana menyangkut tidak adanya perpustakaan sekolah yang tidak memadai sehingga buku-buku sastra yang tersedia kurang mendukung tercapainya tujuan pengajaran.
2.      Guru
Faktor guru ditinjau dari cara menyajikan materi, guru lebih menekankan pengetahuan tentang sastra dan kurang memperhatikan kemampuan siswa dalam mengapresiasi dan mengekspresikan karya sastra. Hal itu didukung pula oleh kondisi siswa yang merasa jenuh ketika harus belajar bahasa yang dianggapnya membosankan, ditambah lagi tidak adanya media yang mampu merangsang mereka untuk bisa menyukai pelajaran sastra.
3.      Sistem Ujian
Selama ini, evalusi pembelajaran sastra lebih diarahkan pada penguasaan teori dan sejarah sastra. Soal-soal buatan guru ataupun soal standar nasional belum berorientasi sepenuhnya pada evaluasi yang bersifat apresiatif. Evaluasi yang bersifat apresiatif seharusnya beranjak dari hakikat karya sastra sebagai karya yang memungkinkan timbulnya interpretasi yang beragam, yang mungkin berbeda antara satu siswa dengan siswa yang lain. Karenanya, penggunaan soal bentuk isian ataupun soal uraian tampaknya lebih tepat digunakan dalam evaluasi pembelajaran sastra. Penggunaan soal bentuk yang lain, pilihan berganda misalnya, memaksa siswa untuk memilih satu jawaban yang dianggap paling tepat oleh pembuat soal sehingga interpretasi personal siswa tidak berkembang.


III. PENUTUP

Kemunculan masalah terjadi karena tidak terdapatnya keseimbangan antara sesuatu yang diharapkan (das sollen) berdasarkan teori-teori atau hukum-hukum yamg menjadi tolok ukur dengan kenyataan (das sein) sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa demikian atau apa sebabnya demikian. Di samping itu, masalah dapat pula muncul karena keragu-raguan tentang keadaan sesuatu , sehingga ingin diketahui keadaannya secara mendalam dan objektif.” 
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa pada hakikatnya  masalah adalah keadaan yang muncul  ketika ada kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada dalam kenyataan. Kesenjangan itulah yang menjadi inti masalah.  Masalah bisa bersifat konseptual-teoretis, maupun yang bersifat praktis yaitu masalah-masalah yang ditemui dalam kegiatan manusia sehari-hari.
Dan Tampaknya masih banyak yang harus dilakukan untuk menjadikan pengajaran sastra di lembaga pendidikan formal tidak lagi sarat dengan berbagai masalah pada masa yang akan datang. LPTK negeri dan swasta (FKIP, STKIP, dsb.) sebagai lembaga yang mendidik calon guru sastra sudah saatnya meninjau kembali penetapan jenis dan bobot mata kuliah kesastraan yang diprogramkan per semester, isi silabus per mata kuliah, kualifikasi dosen pengajar mata kuliah kesastraan, dan berbagai hal lain yang berkait dengan perkuliahan kesastraan di LPTK. Kecenderungan untuk menganggap kuliah kesastraan itu mudah, sepele, dan dapat diajarkan oleh siapa saja selama ini sudah saatnya ditanggalkan.
Bagi rekan-rekan guru yang sudah terlanjur memilih menjadi guru bahasa dan sastra Indonesia (dan daerah) di lembaga pendidikan dasar dan menengah sudah saatnya kita mengintrospeksi diri dan bertekad memberikan yang terbaik untuk pengajaran sastra. Kecenderungan untuk pasrah menerima kekurangan dan keterbatasan diri, keterbatasan fasilitas, dan berbagai keterbatasan lain sudah saatnya dibuang. Demikian juga halnya dengan kecenderungan untuk asal masuk kelas, asal anak-anak tidak ribut, asal target kurikulum tercapai, dan berbagai asal-asalan lain.